

DEPOK – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendikdasmen pada 9–11 Februari 2026. Konsolnas dinilai sangat strategis karena terkait langsung dengan berbagai program pendidikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan Konsolnas pendidikan digelar untuk memastikan program pusat dan daerah berjalan selaras. Pemerintah menilai sinkronisasi kebijakan menjadi kunci agar berbagai program prioritas dapat saling menguatkan dan berujung pada peningkatan mutu pendidikan.
Melalui forum konsolidasi ini, pemerintah menargetkan tiga hal utama. Pertama, menyinergikan program antara pemerintah pusat dan daerah sehingga pelaksanaannya di lapangan lebih terarah. Dengan koordinasi yang lebih rapi, program diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung hingga ke tingkat sekolah.
“Kedua, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pada tahun sebelumnya. Pemerintah menilai sejumlah program prioritas sudah berjalan baik dan perlu diperluas implementasinya ke dinas pendidikan, sekolah, guru, murid, hingga orang tua. Adapun program yang dinilai belum optimal akan diperbaiki bersama melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan,” kata Gogot di arena Pameran Konsolnas 2026.
Ketiga, memperkenalkan program dan inisiatif baru dari pemerintah. Tahun ini, pemerintah menyiapkan sejumlah program prioritas, antara lain pengembangan sekolah terintegrasi, peningkatan kualitas, revitalisasi sarana dan prasarana, serta pendetailan pembelajaran. Program tersebut juga mencakup penguatan asesmen dan pengembangan kompetensi, termasuk kebijakan terkait pembelajaran berbasis teknologi.
“Seluruh program prioritas itu akan disosialisasikan ke daerah agar implementasinya berjalan sinergis dan berdampak langsung di sekolah. Pemerintah berharap manfaat kebijakan dapat dirasakan oleh sekolah, guru, siswa, dan masyarakat,” papar Gogot.
Selain itu, pemerintah mulai meningkatkan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah akan dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran yang lebih modern, nyaman, dan aman. Pendekatan pembelajaran juga diperkuat melalui pengenalan coding dan kecerdasan artifisial dengan metode pembelajaran mendalam.
Pemerintah juga berencana membangun dan meningkatkan kualitas sekolah menengah atas di seluruh kabupaten di Indonesia. Langkah ini ditujukan agar siswa mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik dan merata di berbagai daerah.
Melalui Konsolnas, pemerintah berupaya menghubungkan kebijakan pusat dengan pelaksanaan di daerah. Otonomi daerah tetap dijalankan, namun diharapkan selaras dengan arah kebijakan nasional. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, serta para pemangku kepentingan pendidikan dinilai menjadi kunci dalam memperkuat partisipasi dan percepatan peningkatan mutu pendidikan.
Konsolnas 2026 juga menjadi ruang pertukaran informasi dan penguatan komunikasi kebijakan pendidikan. Sejumlah kebijakan pemerintah sebenarnya sudah berjalan baik, namun belum sepenuhnya tersampaikan secara optimal kepada para pemangku kepentingan pendidikan.
Penyelenggaraan Konsolnas juga untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Upaya ini harus ditopang semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mencapai tujuan besar pendidikan nasional.

