

PURWOREJO – Pemerintah Kabupaten Purworejo memandang Program Revitalisasi Sekolah sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Program revitalisasi ini kami pandang sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan,” kata Bupati Purworejo Yuli Hastuti dalam acara peresmian 20 sekolah hasil Program Revitalisasi Tahun 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di SMK Muhammadiyah Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu, harus mendapat dukungan dari dunia usaha, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan mampu berdaya saing di masa depan.
Yuli menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kabupaten Purworejo. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian revitalisasi sekolah yang dinilai membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan daerah.
“Kehadiran Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, merupakan motivasi besar bagi kami dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Purworejo,” ujar Yuli Hastuti.
Pada Program Revitalisasi 2025, Kabupaten Purworejo menerima bantuan revitalisasi untuk 20 satuan pendidikan yang mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 3 sekolah, 7 Sekolah Dasar (SD), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), dan 2 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program tersebut dinilai strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak, sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa program revitalisasi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Purworejo Berseri” (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif), khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini melalui penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Ruang Lebih Representatif
Pada tempat yang sama, Kepala SMP Negeri 19 Purworejo, Munaroh, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas revitalisasi sekolah yang diterima melalui program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Alhamdulillah, kami mendapatkan program revitalisasi sekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subiabto dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti yang hari ini meresmikan hasil program revitalisasi sekolah secara bersama-sama di Kabupaten Purworejo,” ujar Munaroh.
Ia menjelaskan, sebelum direvitalisasi, kondisi bangunan sekolah memiliki atap yang relatif rendah dengan ventilasi yang kurang terang. Setelah dilakukan perbaikan, tinggi bangunan ditambah sehingga ruang belajar menjadi lebih longgar, lebih tinggi, dan terasa lebih nyaman.
“Kami juga melakukan pengecatan ulang gedung sekolah. Anak-anak merasa lebih senang dengan suasana baru yang sekarang terlihat lebih cerah dan segar,” tambahnya.
Munaroh berharap seluruh warga sekolah dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah direvitalisasi. Pihak sekolah pun telah melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa, masyarakat, serta para siswa terkait pentingnya memelihara gedung sekolah.
“Alhamdulillah, dukungan dari orang tua dan masyarakat sangat baik. Harapannya, ke depan sekolah kami juga bisa terus ditingkatkan dan mendapatkan revitalisasi lanjutan,” pungkasnya.

