28 Sekolah Revitalisasi Banjarnegara Rampung, Siap Dukung Pendidikan Bermutu

Jan 26, 2026

BANJARNEGARA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) meresmikan 28 sekolah hasil Program Revitalisasi 2025 se-Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Peresmian dipusatkan di SMP Negeri 2 Wanadadi dan sekaligus menandai peluncuran perdana Program Ikrar Pelajar Indonesia yang pertama kali dilaksanakan di Banjarnegara.

“Kabupaten Banjarnegara telah mengukir sejarah baru karena peluncuran Program Ikrar Pelajar Indonesia dimulai, khususnya di SMP Negeri 2 Wanadadi,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam sambutannya, Rabu (26/1/2026).

Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banjarnegara beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) atas dukungan dan kerja sama dalam menyukseskan program tersebut. Ia juga mengapresiasi pihak sekolah yang telah mempersiapkan acara dengan baik.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah dan seluruh tim. Saya mendapat informasi sejak tadi malam protokol dan tim sudah menyiapkan acara, dan alhamdulillah pagi ini pelaksanaannya berjalan sukses,” kata dia.

Pada tahun 2025 terdapat 28 sekolah di Banjarnegara yang menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp 29,1 miliar. Seluruh pekerjaan revitalisasi tersebut telah rampung 100 persen. Adapun 28 satuan pendidikan tersebut terdiri atas tiga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), empat Sekolah Dasar (SD), 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dua Sekolah Menengah Atas (SMA), lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan satu Sekolah Luar Biasa (SLB). Proses pembangunan seluruh sekolah tersebut telah selesai 100 persen.

Lebih lanjut, Mu’ti memastikan program revitalisasi sekolah akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 14 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung revitalisasi sekitar 11.700 sekolah yang telah lolos proses verifikasi dan validasi.

“Insya Allah pembangunan bisa dimulai pada Februari atau awal Maret 2026. Presiden Prabowo telah menyampaikan komitmen tersebut dalam peringatan Hari Guru Nasional,” ungkap Mu’ti.

Selain itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan anggaran agar jumlah penerima bantuan revitalisasi pada 2026 meningkat hingga sekitar 71 ribu sekolah dari sebelumnya sekitar 60 ribu sekolah.

Tak hanya revitalisasi fisik, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menegaskan komitmen pemerintah dalam penguatan digitalisasi pembelajaran melalui penambahan perangkat Interactive Flat Panel (IFP). Setiap satuan pendidikan direncanakan akan menerima tambahan tiga unit IFP.

“Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa setiap sekolah akan ditambah tiga IFP, sehingga satu sekolah nantinya bisa memiliki empat IFP,” paparnya.

Dengan penambahan tersebut, Mu’ti berharap proses pembelajaran digital dapat berjalan lebih optimal tanpa harus memindahkan perangkat atau siswa antar-ruang kelas. Ia juga menegaskan bahwa pelatihan penggunaan IFP bagi guru disediakan secara gratis oleh pemerintah.

“Kalau ada informasi di media bahwa pelatihan harus membayar, itu tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Bantuan sarana dan prasarana, termasuk digitalisasi pembelajaran, diharapkan dapat menjadi energi baru untuk menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan berkualitas. Peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari ruang kelas.

“Kalau ingin membangun peradaban bangsa, bangunlah melalui pendidikan. Dan kalau ingin membangun pendidikan, mulailah dari ruang kelas,” kata dia.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kemampuan literasi siswa. Menurutnya, tantangan membaca tidak hanya dialami di jenjang sekolah, tetapi juga hingga perguruan tinggi, terutama dalam memahami isi bacaan.

“Tidak bisa membaca itu bukan berarti tidak bisa mengenal huruf dan angka, tetapi tidak paham apa yang dibaca,” pungkasnya.

Share:
No Comments
Berikan komentar
Unduh FileSE Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021
UNDUH SEKARANG
logo

DIREKTORAT JENDERAL

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2024 menjelaskan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah diantaranya adalah menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, serta pelaksanaan fasilitasi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
KONTAK KAMI
KANTOR PUSATKompleks Kemdikbud Gedung E Lantai 5 Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta 10270
021-5725610
021-5725610
pauddikdasmen@kemdikbud.go.id
Senin - Jumat 08.00 - 16.00 WIB
Copyright © 2020 Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi All rights reserved.