
Jakarta, 23 November 2025 — Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) menyelenggarakan Workshop Digitalisasi Pembelajaran dan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) bagi satuan pendidikan dari berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat hingga Minggu, 21–23 November 2025, bertempat di Hotel Somerset Sudirman Jakarta.
Workshop yang diikuti kepala satuan pendidikan dan perwakilan dinas pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen untuk memperkuat transformasi digital di satuan pendidikan melalui peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran secara efektif.
Selama workshop, para peserta menerima sejumlah materi dan pelatihan, antara lain: Arah Kebijakan dan Konsepsi Digitalisasi Pembelajaran; Digitalisasi sebagai Akselerator Pembelajaran Mendalam; Pengenalan dan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID); Praktik (Hands-on) Pemanfaatan PID; Strategi Implementasi bagi Kepala Sekolah dan Pengawas; Mengatasi Tantangan dan Berbagi Praktik Baik; dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL)
Dalam sambutan, Direktur Jenderal PAUD Dasmen, Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan langkah strategis untuk memastikan pendidikan Indonesia bergerak selaras dengan perkembangan global.
“Digitalisasi pembelajaran adalah cara untuk mempercepat kemajuan pendidikan Indonesia agar sejajar dengan perkembangan global. Ini bukan sekadar menyediakan perangkat, tetapi memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan keterampilan abad ke-21 yang mereka perlukan untuk bersaing di masa depan,” tegasnya.
Gogot juga menekankan pentingnya tiga komponen utama dalam implementasi digitalisasi pembelajaran, yaitu penyediaan perangkat, ketersediaan konten berbasis teknologi, dan pendampingan guru.
“Semua aspek—perangkat, konten, dan pendampingan guru—harus berjalan secara terpadu. Teknologi tidak menggantikan peran guru; justru memperkuat guru untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif, mendalam, dan menyenangkan bagi siswa,” ujarnya.
Dirjen Gogot mengatakan bahwa program yang berangkat dari Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 ini tengah mendistribusikan PID secara bertahap ke ke seluruh wilayah Indonesia. Program ini dirancang berdasarkan prinsip inklusif, adaptif, dan partisipatif, sehingga seluruh anak—termasuk di daerah 3T—mendapatkan akses pendidikan yang setara.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta mampu mengintegrasikan teknologi pembelajaran secara efektif di satuan pendidikan masing-masing, menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, dan memperluas kesempatan belajar bagi seluruh siswa. Transformasi digital ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pendidikan Indonesia yang lebih merata, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital,” pungkasnya.*

