
[caption id="attachment_11735" align="aligncenter" width="300"]
Tiga peserta IJSO dari Iraq, Abdulwadood A. Abdul Khaleq, Yahya Gengiz Najdaht, dan Barez Younis Wahid.[/caption]
Badung-Bali (Dikdasmen): Negara Iraq baru pertama kali mengikuti ajang International Junior Science Olympiad (IJSO). Pada IJSO XIII Tahun 2016 di Bali ini, Iraq hanya mengutus tiga siswanya untuk berkompetisi dengan 47 negara lain. Mereka adalah Abdulwadood A. Abdul Khaleq, Yahya Gengiz Najdaht, dan Barez Younis Wahid.
Meski hanya bertiga, siswa-siswi tingkat SMP di Iraq ini yakin dapat mengharumkan nama negaranya dalam pagelaran IJSO XIII.
"Negara kami sangat mendukung kami untuk mengikuti IJSO. Mungkin tahun depan negara kami akan mendelegasikan 6 peserta seperti negara lainnya," ujar Abdulwadood, di Garuda Wisnu Kencana, Bali, yang terletak di Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Kamis (8/12)
Abdulwadood mengaku sangat beruntung bisa mengikuti IJSO, karena ia dapat memiliki banyak teman dan wawasan. "Kita mendapatkan teman dan ilmu juga dalam IJSO. Saya sangat senang," tandasnya.
Selain itu, mereka juga mengagumi kekayaan dan kebudayaan negara Indonesia, khususnya Provinsi Bali. "Selama kita di sini, saya sangat menikmati. Baik dari tempat wisatanya, keramahan masyarakat ataupun keindahan pantainya," tutupnya.*
(Rizafan Sufitoriki)

