
[caption id="attachment_11722" align="aligncenter" width="300"]
Yusra Nadir, peserta IJSO asal Pakistan.[/caption]
Denpasar (Dikdasmen): Raut wajah gembira terpancar dari Yusra Nadir, peserta International Junior Science Olympiad (IJSO) asal Pakistan. Tak henti-hentinya ia tersenyum ketika bel penanda usai tes ekperimen dibunyikan.
“Saya sangat senang. Kami sukses menjawab semua soal yang ada,” kata gadis usia 15 tahun ini, di Hotel Grand Aston Denpasar, Bali, Kamis, (8/12).
Meski Yusra merasa senang dapat menjawab semua soal dengan sangat baik, ia tidak yakin akan mendapat medali emas. “Bagi saya, masuk empat besar sudah sangat membahagian,” ucap pengagum Fisika ini.
Yusra menceritakan, ada hal yang lebih penting dari sekadar juara dan mendapatkan medali. “Menurut saya, mengikuti IJSO sudah menrupakan sebuah kesempatan besar yang sangat menyenangkan. Bertemu teman-teman dari seluruh dunia dan mengunjungi Bali merupakan sesuatu yang sangat luar biasa,” ucapnya.
Yusra menambahkan bahwa seluruh peserta dari Pakistan tidak memiliki persiapan apa-apa untuk mengikuti IJSO ini. “Tidak ada persiapan, kami hanya belajar bersama tentang dasar-dasar ilmu sains,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai cita-citanya, Yusra dengan tegas ingin menjadi ahli di bidang nuklir. “Saya ingin menjadi ahli nuklir. Oleh sebab itu, saya sangat menyukai fisika. Fisika sangat rumit dan saya menyuakinya,” harapnya.*
(Virdika Rizky Utama)

