
[caption id="attachment_11710" align="aligncenter" width="300"]
Putu Suwendra Putra, Guru Fisika SMP 4 Bangli, Bali.[/caption]
Denpasar (Dikdasmen): Pembelajaran inovatif berbasis jaringan internet, memang diperlukan dalam menghadapi era komputerisasi. Karena itu, Putu Suwendra Putra, Guru Fisika SMP 4 Bangli, Bali, mengapresiasi Konferensi Guru Internasional yang diadakan Direktorat Pembinaan SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di sela-sela acara International Junior Science Olympiad (IJSO) XIII Tahun 2016 di Bali.
Menurut Putu, metode pembelajaran berbasis jaringan internet memang penting dilkukan. "Jadi kita bisa belajar, dan tak harus dengan guru di sekolah. Tapi bisa dengan teman di luar sekolah ataupun dengan teman yang di luar negeri," kata Putu, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali, Kamis (8/12).
Putu mengatakan, bawa apa yang ia dapatkan pada seminar tersebut, sebenarnya tidak jauh berbeda saat dirinya mewakili Bali mengikuti kuliah singkat di Australia. "Tapi di sini materinya lebih khusus menggunakan jaringan internet seperti video call dan lain sebagainya," ungkapnya.
Putu menambahkan, dalam rangka menuju era komputerisasi masih belum ada pemerataan fasilitas, khususnya di Bali. "Kalau bisa ada pemerataan di Bali, karena siswa membutuhkan internet," tutupnya.*
(Rizafan Sufitoriki)

