
[caption id="attachment_11743" align="aligncenter" width="300"]
Calestina Dianne Nicole Larona, peserta IJSO dari Filipina[/caption]
Badung-Bali (Dikdasmen): Calestina Dianne Nicole Larona yang akrab disapa dengan Nina merupakan peserta International Junior Science Olympiad (IJSO) XIII Tahun 2016 dari negara Filipina. Pada Kamis pagi (8/12), Nina mengikuti ujian praktik IJSO di Hotel Aston, Denpasar, Bali. Menurutnya, ujian praktik cukup sulit, terutama saat pembuatan minyak dari buah Pala.
“Kita sulit.mengidentifaksi salah satu cairan; mana yang minyak dan mana yang air?” ujar dara yang duduk di kelas 10 Philippine Science High School ini. “Kita mencoba sebuah eksperimen, yaitu mengekstrak minyak atau semacamnya, dan mendapat instruksi dari petunjuk untuk membuat tepung (powder), sehingga kita bisa menghasilkan samplenya saja.”
Ditanya tentang cerita di balik keberhasilannya menjadi peserta IJSO, Nina menuturkan bahwa ia telah melalui National Effort, yaitu seleksi sekitar 13.000 peserta. Kemudian diseleksi lagi menjadi 30 peserta, dan seleksi terakhir menetapkan 6 delegasi untuk mengikuti IJSO.
“Saya merasa sangat beruntung karena sedikit yg terpilih di kesempatan ini, dan saya salah satunya,” beber siswi yang hobi baca dan design grafis ini, di sela-sela pentas budaya di Garuda Wisnu Kencana, yang terletak di Jl. Raya Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Kamis (8/12)
Nina merasa senang dapat datang ke Indonesia, khususnya Bali yang penuh seni tari, candi, dan pantai. “Saya kira semua pantainya hampir sama seperti pantai yang pernah kita.kunjungi sebelumnya, dan Boracay Beach di Philippin juga.terkenal.sebagai pantai yang bagus untuk meluangkan waktu liburan,” pungkas Nina yang mengaku bahwa di negaranya juga ada seni tari bernama Tinikling Dance , yaitu tarian yang menggunakan bambu.*
(Andi Fadly)

